Anda pasti sudah tahu dengan GOJEK, apakah sudah mendapatkan pelayanan terbaiknya selama awal berdiri sampai saat ini ? Dan pastinya semua terakomodir dengan baik sesuai prosedur pelayanan konsumen yah meski di lapangan ada saja kesalapahaman entah itu bentuk cara order yang salah atau penempatan lokasi tidak sesuai dan penjemputan terlalu jauh. Mengenal GOJEK pasti mengenal seorang pendiri nya yaitu Nadim makarim setelah di telusuri dari berbagai sumber yang didapat, pria kelahiran Singapura, 4 Juli 1984
ini memiliki ayah bernama Nono Anwar Makarim yang berasal dari
Pekalongan yang berprofesi sebagai pengacara dan ibu bernama Atika
Algadrie dari Pasuruan yang bekerja di bidang non-profit. Nadiem Makarim
memiliki dua saudara perempuan. Istri Nadiem Makarim bernama Franka
Franklin, mereka menikah pada tahun 2014 yang lalu.
Kita tinggalkan sekilas tentang riwayat beliau dan waktunya memberikan informasi tentang PT. GOJEK INDONESIA. Pendiri GOJEK salah satu pioneer pengembangan aplikasi mobile roda 2 kasarnya OJEK. Cerita yang di dapat awal mula berdiri nya GOJEK sangat membantu kalangan ke bawah yang di dasari dengan tantangan jalanan yang berisiko tinggi dengan tidak ada nya jaminan asuransi. Peluang usaha Ojek di lirik nya dan di perjuangkan sebaik mungkin sampai-sampai mendatangi semua pangkalan ojek khususnya di jakarta dengan berbagai penawaran harga dan keuntungan bergabung di PT. GOJEK INDONESIA. Bertujuan dengan niat baik dan sosial yang tinggi cita-cita nya pengembangan GOJEK mulai nampak dari masyarakat merespon cepat dengan kecanggihan aplikasi mobile. Masyarakat di sadarkan bahwa di ibukota jakarta yang penuh berbagai kegiatan kerja dan aktifitas kesibukan kerja mulai terasa jalanan begitu sempit dan penuh kemacetan, jangkauan menggunakan transportasi bus dan kendaraan lain tidak bisa menyeimbangi waktu menuju perjalanan mengantor. Alasan inilah Nadim makarim mendapatkan inspirasi bahwa dengan menggunakan layanan roda dua bisa di tempuh dengan waktu yang cukup cepat dan efisen.
Bercerita GOJEK tidak pernah surut dan selalu saja ada tajuk wacana yang di ceritakan maklumlah kendaraan roda dua penuh dengan resiko tinggi faktor kecelakaan di jalanan menjadi peringkat satu tentang kematian tertinggi. Kepolisian menghimbau agar setiap driver gojek di berikan pendalaman tata cara berkendaraan yang aman di jalanan agar mengurangi resiko-resiko yang tidak di inginkan.
Ketertarikan berbagai media cetak dan tv tentang berita gojek sangat-sangat di tunggu, wartawan mendapati semua cerita tentang gojek bisa langsung ke driver gojek di setiap perjalanan sewaktu menggunakan jasa go ride via aplikasi. Tak lama media sudah mengungkap bahwa pendapatan gojek sangat boombastis perbulan sudah bisa mendapatkan penghasilan rata-rata perbulan 6 juta sampai 10 juta wooow fantastis bukan ?
Merasa pangsa pasar sudah sangat tinggi permintaan nya di bukalah lowongan mitra secara besar-besaran di Gelora Bung Karno. Pembukan lowongan mitra kerja bertujuan mendapatkan akses sekitar jabodetabek. Semua produk layanan gojek satu persatu membuka layanan yang cukup diminati konsumen.
Semakin tercukupi Quota driver di seluruh jabodetabek PT. GOJEK membuat kebijakan terbaru mengenai layanan dan perubahan tarif dengan syarat dan ketentuan berlaku. Driver gojek menyikapi perubahan tarif di anggap masih ada batas kewajaran yang tidak perlu di sikapi curiga atau hal lain. Meskipun banyak driver mengeluh di jalanan dan berbagi informasi keluhan ke konsumen dan ada feedback percakapan antara driver dan konsumen. Konsumenpun memberikan jawaban ke driver " SABAR AJA MAS NANTI ADA KENAIKAN LAGI". Di beri harapan yang indah dari konsumen dengan kalimat positif seperti itu merasa tersadarkan dalam hati kecil nya " OH iya semoga ada perbaikan dari pt gojek merubah kebijakan yang populer ".
Sekian lama di nanti kebijakan pun hadir dengan membawa berita yang sangat memperumit keadaan, aplikasi terbaru terpasang performa, ada point dan bonus menurun juga tarif nya. di perlukan performa bertujuan untuk mengurangi cancel order. Kebijakan yang tidak populer mempengaruhi semua driver jabodetabek untuk melanjutkan aksi turun kejalan memprotes kebijakan baru yang sangat merugikan sebagai mitra. Bahwa penurunan tarif beserta pemasangan performa cukup memberatkan. Demo gojek serentak tanpa ada pihak tertentu yang ikut campur dalam tuntutan driver dan mereka sangat independen tanpa di komandokan dari salah satu group karena sesama merasakan pahit nya di jalanan mereka sadar betul bahwa jalanan yang begitu macetnya dan penuh resiko tinggi di hargai dengan berbagai macam alasan tanpa memikirkan mitranya.